Deklarasi Islam Tentang Perubahan Iklim Global

KAMI MENEGASKAN

2.1. Allah adalah Tuhan dan Pemelihara segala sesuatu

اْﻟَﺣْﻣُد ﻟِﻠﱠـ ِﮫ َرﱢب اْﻟَﻌﺎﻟَِﻣﯾَن

Segala puji bagi Allah , Tuhan semesta alam (Qur’an 1:1)

Dialah Maha Pencipta

ُھَو ﱠ ﷲُاْﻟَﺧﺎﻟُِق اْﻟَﺑﺎِرُئ اْﻟُﻣَﺻﱢوُر

Dialah Allah, Yang Menciptakan, Yang Menjadikan, Yang memberi bentuk (Qur’an 59: 24)

اﻟﱠِذيأَْﺣَﺳَن ُﻛﱠل َﺷْﻲٍء َﺧﻠََﻘُﮫ

Dialah yang menyempurnakan segala sesuatu yang Dia ciptakan (Qur’an 32: 7)

Tidak ada yang Dia ciptakan sia-sia: Segala sesuatu diciptakan dengan haq, dalam kebenaran dan untuk kebenaran

َوَﻣﺎَﺧﻠَْﻘَﻧﺎاﻟﱠﺳَﻣﺎَواِت َواْﻷَ ْر َض َوَﻣﺎَﺑْﯾَﻧُﮭَﻣﺎَﻻ ِﻋﺑِﯾ َن َﻣﺎَﺧﻠَْﻘَﻧﺎُھَﻣﺎإِﱠ ﻻﺑِﺎْﻟَﺣﱢق

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu di antara keduanya dengan main-main. Kami tidak menciptakan keduanya kecuali dengan haq.(Qur’an 44: 38)

2.2. Dan kami menegaskan bahwa dia Mahameliputi ciptaan-Nya –Al Muhit

َﻣﺎﻓِﻲاﻟﱠﺳَﻣﺎَواِت َوَﻣﺎﻓِﻲاﻷَ ْر ِض َوَﻛﺎَن ﱠ ﷲُﺑُِﻛﱢل َﺷْﻲٍء ﱡﻣِﺣﯾًطﺎ

Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Dia meliputi segala sesuatu. (Qur’an 4:125)

2.3. Kami lebih jauh menegaskan bahwa:

  • Allah menciptakan bumi dalam keseimbangan yang sempurna (mizan)
  • Karena kasih sayang-Nya kita telah dianugerahi tanah yang subur, udara segar, air bersih dan segala yang baik-baik di bumi
  • Bumi bekerja dalam irama dan putaran musim secara alamiah
  • Anugerah Allah kepada kita adalah iklim di mana mahluk hidup bisa bertumbuh kembang
  • Perubahan iklim adalah akibat dari ulah manusia terhadap keseimbangan ini
    َواﻟﱠﺳَﻣﺎءَرَﻓَﻌَﮭﺎَوَوَﺿَﻊ اْﻟِﻣﯾَزاَن
    أَ ﻻﱠَﺗْطَﻐْواِﻓﻲاْﻟِﻣﯾَزاِن
    َوأَِﻗﯾُﻣوااْﻟَوْزَن ِﺑﺎْﻟِﻘْﺳِط َوﻻُﺗْﺧِﺳُروااْﻟِﻣﯾَزاَن
    َواﻷَْرَض َوَﺿَﻌَﮭﺎﻟِْﻸََﻧﺎِم

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan keseimbangan

Supaya kamu jangan melampaui batas keseimbangan itu

Dan tegakkanlah timbangan dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu

Dan Allah telah membentangkan bumi untuk makhluk-Nya (Qur’an 55:7-10)

2.4.Kami lebih jauh menegaskan fitrah ciptaan Allah:

َﻓﺄَﻗِْم َوْﺟَﮭَك ﻟِﻠﱢدﯾِن َﺣﻧِﯾًﻔﺎﻓِْطَرَة ﱠﷲِ اﻟﱠﺗِﻲَﻓَطَر اﻟﱠﻧﺎَس َﻋﻠَْﯾَﮭﺎﻻَﺗْﺑِدﯾَل ﻟَِﺧْﻠِق ﱠﷲِ َذﻟَِك اﻟﱢدﯾُن اْﻟَﻘﱢﯾُم َوﻟَِﻛﱠن أَْﻛَﺛَر اﻟﱠﻧﺎِس ﻻَﯾ ْﻌﻠَُﻣوَن

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Quran 30:30)

2.5.Kami menyadari bahwa kami telah berbuat kerusakan (fasad) di bumi dan akibat-akibatnya adalah:

  • Perubahan iklim
  • Pencemaran laut dan sistem air, daratan dan atmosfer
  • Erosi tanah dan penggersangan
  • Penghancuran keanekaragaman hayati
  • Pengrusakan hutan
  • Pengrusakan terumbu karang
    َظَﮭَر اْﻟَﻔَﺳﺎُد ﻓِﻲاْﻟَﺑﱢر َواْﻟَﺑْﺣِر ﺑَِﻣﺎَﻛَﺳَﺑْت أَْﯾِدياﻟﱠﻧﺎِس ﻟُِﯾِذﯾَﻘُﮭمَﺑْﻌَض اﻟﱠِذيَﻋِﻣﻠُواﻟََﻌﻠﱠُﮭْم َﯾْرِﺟُﻌوَن

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. (Qur’an30: 41)

2.6. Kami lebih jauh menyadari bahwa kita tidak lain dan tidak bukan adalah bagian tak terpisahkan dari keteraturan yang diciptakan:

  • Bahwa kita tak lain adalah salah satu makhluk dari banyak makhluk lain yang berbagi bumi dengan kita
  • Bahwa ini tidak memberikan kepada kita hak untuk mendominasi makhluk lain
  • Bahwa intelejensi dan kesadaran mengharuskan kita, sebagai perintah iman, untuk memperlakukan segala sesuatu dengan kepedulian dan khidmat kepada sang Maha Pencipta(takwa), kasih sayang (rahmah), dan kebajikan (ihsan).

َوَﻣﺎِﻣنَدآﱠﺑٍﺔ ﻓِﻲاﻷَ ْر ِض َو ﻻََطﺎﺋٍِر َﯾِطﯾُر ﺑَِﺟَﻧﺎَﺣْﯾِﮫ إِ ﻻﱠأَُﻣٌم أَْﻣَﺛﺎﻟُُﻛم

Tidak ada satu binatang di muka bumi, burung yang terbang, melainkan ummat seperti kamu. (Qur’an 6: 38)

ﻟََﺧْﻠُق اﻟﱠﺳَﻣﺎَواِت َواﻷَ ْر ِض أَْﻛَﺑُر ِﻣْن َﺧْﻠِق اﻟﱠﻧﺎِس َوﻟَِﻛﱠن أَْﻛَﺛَر اﻟﱠﻧﺎِس ﻻَﯾْﻌﻠَُﻣوَن

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Qur’an 40:57)

Kita lebih jauh memahami bahwa kita bertanggung jawab atas tindakan-tindakan kita–
َﻓَﻣنَﯾْﻌَﻣْل ِﻣْﺛَﻘﺎَل َذﱠرٍة َﺧْﯾًراَﯾ َر هُ َوَﻣنَﯾْﻌَﻣْل ِﻣْﺛَﻘﺎَل َذﱠرٍة َﺷًّراَﯾ َر هُ

Maka barang siapa berbuat kebaikan sebesar zarrah,niscaya dia akan melihat balasannya.Dan barang siapa berbuat kejahatan sebesarzarrah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula (Qur’an 99:6-8)

Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut, kami menegaskan bahwa tanggung jawab kita sebagai Muslim adalah bertindak sesuai dengan yang dicontohkan Nabi Muhammad S.A.W., yang:

  • Menegaskan dan melindungi hak-hak semua makhluk hidup, mengutuk tindakan mengubur hidup-hidup bayi perempuan, melarang membunuh makhluk hidup untuk olahraga, membimbing para pengikutnya untuk memelihara air bahkan ketika berwudhu, melarang menebang pohon di gurun pasir, memerintahkan seorang lelaki yang mengambil anak burung dari sarangnya untuk mengembalikannya ke induknya, dan ketika dia menjumpai seorang lelaki yang menyalakan api untuk membakar sarang gundukan semut, beliau berkata: “Padamkan! Padamkan!”
  • Menetapkan wilayah yang pantang dirambah (Haram) di sekitar Makkah dan Madinah; tidak diperbolehkan menebang pohon, berburu dan mengganggu binatang di dalamnya.
  • Menetapkan kawasan lindung untuk konservasi (Hima) dan pemanfaatan tanah, tanaman dan kehidupan liar secara berkesinambungan.
  • Hidup hemat, tidak berlebihan, boros dan takabur.
  • Membarukan dan mendaur ulang barang-barang yang tidak terpakai dengan jalan memperbaiki atau menyedekahkannya.
  • Memakan makanan yang sederhana dan sehat, hanya saat-saat tertentu memakan daging.
  • Menunjukkan kasih sayang kepada makhluk-makhluk lain, seperti digambarkan al-Qur’an, menjadi ‘rahmatan lil ‘alamiin’.
Bagikan:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *