Ikhtiar Mengurangi Sampah dengan Gerakan Less-Plastic Movement

Seminar Less-Plastic Movement FKIK UIN Jakarta 2016 | Foto: Ahmad Sodik
Seminar Less-Plastic Movement FKIK UIN Jakarta 2016 | Foto: Ahmad Sodik

 

TANGERANG SELATAN – Kamis (10/11), Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar mini talkshow mengenai gerakan less-plastic movement. Acara ini mendiskusikan polemik sampah terutama sampah plastik dan menguatkan komitmen untuk mengurangi penggunaan plastik.

Salah satu penyebab adalah kebijakan di tingkat produsen mengenai kemasan plastik. Arifsyah Nasution, campaigner Greenpeace Indonesia menyatakan, “persoalan kemasan produk masih belum disentuh pemerintah”.

Kemasan produk merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar. Sampah ini jika tidak ditangani dengan baik hanya akan menimbulkan dampak lingkungan yang semakin parah.

Selain itu, polemik sampah adalah polemik kolektif. Di kalangan mahasiswa misalnya. Kebiasaan jajan dengan kemasan plastik adalah salah satunya. Sampah plastik dari satu orang mungkin dianggap tidak seberapa tapi akan berbeda jika dilakukan oleh banyak orang.

“Solusi sederhananya adalah dengan menggunakan wadah makan yang bisa digunakan berulang-ulang”, ujar Miftahul Farida Rusdan, Network & Social Campaigner Dompet Dhuafa.

Mini Talkshow yang merupakan rangkaian dari Seminar Pengembangan Profesi Kesehatan Lingkungan 2016 ini disponsori oleh Semesta Hijau Dompet Dhuafa. Semesta Hijau Dompet Dhuafa merupakan jejaring Dompet Dhuafa yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan lingkungan. Program yang diselenggarakan antara lain Sedekah Pohon, Air Untuk Kehidupan, dan Pengelolaan Sumber Energi Alternatif. (AW/Semai)

Bagikan:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *