Menjawab Kekeringan Melalui Program Air Untuk Kehidupan di Kabupaten Blora Jawa Tengah

Air Untuk Kehidupan Blora Jawa Tengah

Sebagian wilayah Jawa Tengah pada umumnya pada masa-masa peralihan musim penghujan ke musim kemarau menyisakan masalah laten berupa kekeringan dan kelangkaan sumber air bersih. Hal itu terjadi dalam 3 sampai 4 bulan dalam satu tahun. Berbeda-beda di masing-masing daerah, namun terparah bisa 6 bulan menjalani masa-masa sulit air.

Atas dasar kebutuhan masyarakat akan sumber air, Semesta Hijau Dompet Dhuafa menggulirkan program Air Untuk Kehidupan di Dusun Klampok dan Dusun Klopoduwur, Desa Genjahan, Kabupaten Blora. Program ini dimulai sejak Oktober 2014 lalu dan kini di awal 2016 sudah memasuki tahap akhir pembangunan.

Program Air Untuk Kehidupan di Blora ini berbentuk pengeboran air, pembangunan tandon air, dan pipanisasi. Pada awalnya, daerah setempat memang cukup sulit untuk diperoleh sumber air, akhirnya dengan uji geolistrik yang dilakukan tim dari Universitas Diponegoro didapatkan sumber air. Saat ini, warga masyarakat sekitar tengah gotong royong menyelesaikan pembangunan tandon air dan pipanisasi.

blora-3
Gotong Royong Membangun Tandon Air di Blora, Jawa Tengah

Untuk pengelolaan program, Semesta Hijau Dompet Dhuafa yang bermitra dengan Yayasan ALSA dalam program ini, membentuk komunitas lokal yang bertugas mengawasi proses distribusi air kepada masyarakat. Komunitas ini terdiri dari unsur tokoh masyarakat dan aparat pemerintahan setempat.(AW)

 

Bagikan:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *