Pembangunan Mengancam Ketersediaan Air Global

World Water Day 2016 - Water and Jobs
World Water Day 2016 – Water and Jobs

Dari jurnal yang dirilis IIASA WFaS disebutkan bahwa kebutuhan air global akan meningkat 2 kali lipat di tahun 2050. “Perilaku kita menggunakan air saat ini berisiko terhadap kemampuan produksi makanan dan pembangunan ekonomi untuk generasi selanjutnya,” ujar Yoshihide Wada, peneliti dari Utrecht University Belanda, “Kita butuh komitmen sosial, finansial, dan politik yang kuat untuk mengurangi penggunaan air di masa depan”

Kebutuhan air di masa mendatang dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan populasi, pertumbuhan ekonomi, perubahan iklim, agrikultur, produksi energi, dan kebijakan politik baik lokal, regional, maupun internasional. “Jika kita berinvestasi lebih untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, maka kita secara subtansial mampu mengurangi bahkan berpotensi menyeimbangkan penggunaan air hingga 2050” tutup Wada.

Menyikapi potensi krisis air global di masa mendatang tersebut, setiap tahunnya Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) setiap tanggal 22 Maret. Dalam peringatan ini, Hari Air Sedunia merupakan momen untuk mengangkat berbagai masalah terkait isu atas air. Selain itu, momen Hari Air Sedunia juga menginspirasi orang lain dan mengajak untuk berbuat perubahan.

Hari Air Sedunia pada tahun 2016 mengangkat isu “Air dan Pekerjaan” (Water and Jobs). Hari ini, hampir separuh pekerja dunia (1,5 milyar orang) bekerja di sektor yang berhubungan dengan air dan nyaris semuanya bergantung juga pada air. Namun sementara ini, jutaan orang yang bekerja di sektor air seringkali tidak mendapat perlindungan akan hak dasar pekerja. Tema “Air dan Pekerjaan” ini berfokus pada bagaimana pemenuhan kualitas dan kuantitas air agar bisa mengubah kehidupan para pekerja bahkan hingga pada perubahan sosial dan ekonomi secara umum. (AW/iiasa.ac.at, unwater.org)

Bagikan:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *