[Press Release] Sikap Dompet Dhuafa Menyoal Polusi Udara di Jakarta

#JanganTakutBernapas

Kondisi Polusi udara Jakarta yang dinilai semakin parah belakangan ini mendorong beberapa organisasi masyarakat dan gerakan pemerhati lingkungan melakukan gugatan kepada Pemerintah. Hak bernapas dipandang sebagai hak yang asasi bagi manusia, bukan saja di Indonesia namun juga di dunia.

Di sisi lain, masyarakat bukan hanya ditempatkan sebagai pihak yang berhak mendapatkan kualitas udara yang baik dan sehat namun juga masyarakat adalah pihak yang ikut berperan bertanggung jawab dalam memastikan kualitas udara tetap baik dan tidak menimbulkan resiko bagi kesehatan.

Oleh karena itu, Dompet Dhuafa memandang perlu untuk membahas masalah ini melalui berbagai dimensi yang berbeda, untuk itu Dompet Dhuafa melalui Divisi Advokasi dan Kebijakan Publik menginisiasi diskusi publik yang bertajuk “Udara Bersih Untuk Semua #JanganTakutBernapas: Diskusi Publik Menyoal Polusi Udara Jakarta” pada Jum’at (2/8) di Bakso Boedjangan, Jakarta.

Diskusi ini membahas mengenai berbagai sudut pandang dalam mengadvokasi isu hak atas lingkungan hidup yang sehat, serta isu tentang kehadiran “negara” dalam mengatur, meregulasi dan menjamin terciptanya kualitas udara dan lingkungan hidup yang labih baik khususnya di Jakarta. Kami Berharap diskusi ini dapat secara gamblang menyampaikan ke publik bagaimana tinjauan para Ahli di bidang Hukum, Kesehatan, Lingkungan dan Aktivis Kemasyarakatan menyoal polusi udara ini.

Tentunya melalui diskusi ini kita berharap semua stakeholders dapat terlibat aktif dalam memperbaiki kondisi udara di Jakarta jauh lebih baik. Kepada Pemerintah kami berharap adanya keberpihakan dari segi regulasi dan pengaturan hukum yang lebih serius dalam upaya pengendalian polusi udara.

Hal tersebut perlu secara tegas ditunjukan dengan adanya kepastian penyesuaian pengaturan Baku Mutu Udara Ambien (BMUA) Daerah DKI yang lebih ketat dan penggunaan standar parameter yang lebih optimal serta menyesuaikan standar internasional seperti parameter PM 2.5 dalam mengukur kualitas udara. Dalam hal ini kami juga berharap adanya kebijakan yang efektif dalam melakukan pencegahan dan penanganan dampak atas permasalahan polusi, termasuk upaya kuratif untuk menumbuhkan budaya hidup sehat untuk mengurangi polusi udara di Jakarta.

Kepada masyarakat luas kami berharap diskusi ini dapat menghimbau sekaligus mendorong kesadaran kita agar mulai ikut tergerak dalam memulai langkah-langkah kecil dari mulai diri sendiri dan lingkungan terdekat agar mengurangi jumlah polusi dan risiko terhadap dampak yang ditimbulkan, seperti: memaksimalkan penggunaan transportasi publik, melakukan uji emisi terhadap kendaraan pribadi, menanam tanaman antipolutan, tidak membakar sampah, dan menggunakan masker ketika bepergian.

Dompet Dhuafa

Bagikan:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *